Kemiskinan

Kemiskinan, adalah kondisi dimana orang tersebut membutuhkan pertolongan orang lain dalam memperoleh apapun untuk menutupi kemiskinannya. Kemiskinan tidak hanya bicara soal harta, kemiskinan beragam jenisnya, dari yang terlihat, sampai yang tidak terlihat oleh mata kita.

Terlalu dini jika saya harus membicarakan kemiskinan di negeri kita tercinta ini, cukup satu pertanyaan saja yang saya tanyakan kepada diri saya sendiri adalah, “Apakah saya miskin ?”. Wah, pasti orientasinya langsung ke harta. Tapi, bagaimana kalau kita lihat dari sisi selain harta ? Kita belum tentu miskin ! Ah apa iya ? Iya ! Sudah sampai dimanakah saya sekarang ini ? Saya sudah ada di jenjang perkuliahan. Apakah yang kuliah itu termasuk orang-orang yang tidak miskin ? Belum tentu. Bingung kan ?

Tidak semua orang ingin atau bisa menempuh jenjang ini, sebagian teman saya ada yang langsung mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya, ada juga karena ingin mengejar cita-citanya, dan ada juga yang sedang bekerja karena ingin mengumpulkan pundi-pundi uang untuk menempuh jenjang perkuliahan, serta masih banyak lagi. Apakah anda termasuk dari sebagian yang baru saja saya sebutkan ? Apakah anda sedang berada dalam jenjang perkuliahan ? Ya ataupun tidak jawaban anda, tetaplah baca tulisan ini.

Jika anda sudah berada dalam jenjang perkuliahan, maka saran saya hanya satu, bersyukurlah. Ini bukan hanya soal tidak semua orang bisa kuliah, tetapi juga ingatlah, “bagaimana awalnya anda bisa sampai pada jenjang ini”, “siapa yang membiayai anda” (berbeda lagi kalau sudah berpenghasilan), “untuk apa anda disini” (berbeda lagi kalau hanya ingin mendapatkan gelar), Intinya pikirkanlah apa yang sedang anda lakukan di jenjang ini. Belajarkah ? Bermainkah ? Mulai untuk berpikir ke depankah ? Semuanya benar, dan ada porsi waktunya masing-masing. Kembali ke awal, bersyukurlah, maka anda akan kaya.

Banyak lho, orang yang kuliah, tetapi maaf, masih terlihat miskin. Saya tekankan lagi, disini bukan miskin dalam harta, atau apapun yang terlihat. Di dalam Al-Qur’an sudah jelas dari firman Allah SWT yang kira-kira artinya seperti ini : “..barangsiapa yang bersyukur, maka Aku akan tambahkan kenikmatan, namun barang siapa yang kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Anda pastinya sudah bisa membayangkan, kalau kita bersyukur, kita ditambahin nikmat, ingat, ada kata tambah, nikmat tidak pula selalu berbentuk materi, nikmat dapat berupa kesehatan jasmani dan rohani, kehidupan yang layak, dan lain-lain. Berbeda lagi kalau kita kufur, kufur itu adalah menyalahgunakan nikmat yang sudah diberikan sama Sang Maha Pencipta, yaitu Allah SWT. Kita sudah dididik, disekolahkan dari kecil hingga saat ini, eh masih melawan sama orang tua, masih suka membolos karena alasan yang sebenarnya sepele.

Tanyakan kepada diri anda sekarang, sudahkah anda bersyukur ? bersyukurlah, karena Allah SWT menyukai orang-orang yang bersyukur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s