Alam = “Saudara” Manusia

Tiap – tiap dari kita yang lahir ke dunia ini, pasti membawa sifat dari orang tua kita sendiri masing-masing. Tidak peduli siapapun, kita sudah seperti cerminan bagi orang-orang tentang bagaimana sifat orang tua kita itu sendiri.

Begitu juga saat Allah SWT menciptakan kita, pada setiap diri kita sudah tertanam sifat-sifat dari zat Yang Menciptakan kita, yaitu Allah SWT. Sifat-sifat tersebut bernama sifata Ilahiyah. Salah satu sifat Ilahiyah adalah keindahan mutlak.

Pada suatu ketika Rasulullah SAW bersabda : “…tidak masuk surga mereka yang terapat di dalam hatinya sebiji zarrah kesombongan.”. Lalu seseorang berkata kembali kepada Rasulullah SAW, : “Wahai Rasul Allah, sesungguhnya seseorang menyenangi jika pakaian dan sandal  yang bagus!”. Kemudian dibalas oleh Rasulullah SAW : “itu bukan bagian dari kesembongan, sesungguhnya Allah Swt Maha-Indah dan menyukai keindahan….”

Dari cerita di atas kita sudah bisa menangkap sesuatu, yaitu sesungguhnya Allah SWT, Sang Khaliq, adalah Maha Indah dan Menyukai Keindahan. Kita sebagai mahluk ciptaanNya sudah sepatutnya untuk menyukai keindahan dan mengapresiasinya.

Keindahan yang paling dekat dengan Allah SWT adalah keindahan alam. alam itu sebetulnya ‘saudara’ manusia. Alam itu kadang disebut al-insan al-kabir (manusia dalam skala besar), sementara manusia itu disebut al-alam al-shaghir. Artinya, dalam makna lain, manusia itu alam semesta kecil dari segi ukurannya. Sementara alam itu ‘manusia besar’. Allah Swt menciptakan alam semesta dan manusia dengan aturan-aturan yang sama persis.

Kita sesungguhnya sangat dekat dengan alam semesta. Karena itu, jika terpisah dari keindahan alam, kita akan merindukannya. Sebagai contoh jika kita pergi berwisata ke gunung, pantai, atau apapun yang memaparkan keindahan alam. Kita pasti merasa senang berada disana, dan jika mengingatnya kembali, ingin rasanya untuk mengulanginya kembali, hati ini rasanya terpaut oleh tempat itu. Kita seperti terhubung dengan tempat wisata yang pernah kita kunjungi. Ini menandakan bahwa fitrah manusia itu salah satunya adalah mencintai keindahan.

Semakin dekat dan cinta kita terhadap keindahan, semakin dekat pula kita dengan Allah SWT. Maka dari itu, cintailah alam di sekeliling kita, janganlah kita merusaknya, karena sama saja kita menyakiti saudara kita sendiri.

terinspirasi oleh :

http://www.mizan.com/news_det/haidar-bagir-bahagia-dengan-akhlak-allah.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s