Kebudayaan Versus Teknologi

Kebudayaan dan teknologi adalah dua hal yang sangat berbeda, kebudayaan adalah sesuatu atau hal-hal yang kita lakukan dan kita yakini yang berasal dari leluhur kita dan masih terus kita lakukan hingga saat ini, sedangkan teknologi adalah sesuatu yang dapat mempermudah pekerjaan manusia.

Kebudayaan adalah hal-hal yang kita lakukan turun-temurun dari zaman kakek-nenek kita, orangtua kita, hingga sekarang kita sendiri juga melakukanya. Kebudayaan Indonesia adalah budaya yang diturunkan dari nenek moyang kita, budaya Indonesia yaitu budaya timur itu sendiri identik dengan ramah-tamah, kesopanan, dan kehangatan. Berbeda dengan budaya barat, yang sebagian lebih bersikap individual. Contoh sederhana dari budaya Indonesia itu adalah saling tegur sapa antar sesama jika bertemu, mengantri, dan masih banyak lagi yang secara tanpa sadar kita sudah lakukan sehari-hari.

Teknologi, contohnya handphone, komputer, sepeda motor, mobil, dan lain-lain. Adalah bersifat embantu pekerjaan manusia agar lebih singkat dan efisien waktu. Handphone untuk membantu kita dalam berkomunikasi, komputer membantu kita dalam mengerjakan tugas, dan motor dan mobil untuk media transportasi.

Jika dipikirkan lebih dalam, apakah keduanya saling berhubungan ? Tentu saja, Ya. Pada zaman yang serba modern ini, kita sudah disuguhkan berbagai teknologi oleh orang tua kita, dan sejatinya itu dimaksudkan untuk mempermudah kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Namun, apa jadinya bila kita terlalu menggunakan teknologi yang sudah diberikan melebihi dari yang seharusnya ? Misalkan kebanyakan handphone pada saat ini sudah dilengkapi fitur social media di dalamnya seperti facebook. Facebook lebih berguna jika kita gunakan untuk berinteraksi dengan orang-orang terdekat kita yang posisinya jauh, seperti saudara, kerabat, teman. Pastinya bukan hanya kita yang menggunakan Facebook kan ? Orang-orang yang ada di sekitar kita juga menjadi pemakai, lantas, bagaimana jika kita gunakan facebook untuk media tegur sapa orang-orang yang ada di sekitar kita ? ya sah-sah saja, tetapi, apakah akan aneh rasanya jika orang yang hanya berbeda ruangan, berinteraksi lewat facebook, menurut saya, itu sudah berlebihan. Tatap muka dan pembicaraan langsung menjadi berkurang, dan saking mudahnya, kita tidak beranjak dari tempat kita, tinggal ketik langsung kirim. Ya memang tidak salah, tetapi alangkah baiknya jika teknologi tersebut digunakan pada tempat yang semestinya. Sehingga kebudayaan yang sudah tertanam dan diajarkan kepada kita, tidak hilang begitu saja oleh pesatnya teknologi. Coba bayangkan, dalam suatu perumahan, ada satu keluarga yang ingin mengadakan syukuran, lantas karena tidak ingin repot, si tuan rumah ini mengabari para tetangganya dengan menggunakan telepon. Apakah itu pantas ? Pantas sih, tapi apa iya sampai sebegitu repotnya si tuan rumah ini hingga tidak ada waktu untuk keluar rumah melangkahkan kaki, dan memberitahukan tetangganya langsung dengan face to face.

Dari semua hal ini, tidak berarti teknologi berpengaruh buruk untuk kita, justru berdampak sangat baik jika penggunaannya tepat. Lebih bagus lagi jika diduetkan, sekarang ini jika kita mengantri di bank, kita harus mengambil nomor urut antri, dan ditampilkan via komputer. Itu adalah salah satu penerapannya. Mengantri yaitu budayanya dapet, penerapan teknologinya juga ada. Masih banyak contoh lain seperti memberi jarkoman via handphone/BBM untuk mengadakan pertemuan membicarakan sesuatu hal. Intinya penggunaan teknologi yang tidak menghilangkan unsur budaya itu sendiri, mengurangi apalagi jangan sampai menghilangkan unsur interaksi antar sesama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s