Indonesia dan Pendidikan

Zaman yang dimana sangat mudah pemberitaan informasi kita dapatkan, sangat sia-sia jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik. Beasiswa contohnya. Tak peduli beasiswa lokal atau beasiswa internasional, namun kita juga harus melihat kriterianya terlebih dahulu.

Indonesia, negara dengan penduduk ratusan jiwa (dan terus bertambah), memiliki angka kemiskinan yang terbilang cukup besar meskipun presentasenya sudah menurun pada tahun 2011, dimana masyarakat yang berada di garis kemiskinan masih sekitar 30% (Kompas).

Program pengentasan kemiskinan sebaiknya dilakukan dari akarnya dan sejak dini, yaitu pemberian pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu, setidaknya pemerintah harus cerdik-cerdik memberikan peluang bagi mereka, terlebih bagi yang berprestasi. Karena setidaknya dengan pendidikan, dia akan mampu berdiri sendiri pada saat dewasa nanti, tidak terlunta-lunta tidak karuan kemana-mana. Dan apakah orang yang sudah mendapat pendidikan akan mendapat jaminan bahwa dia akan bisa bertahan di tempat dimana ia tinggal, setidaknya untuk dia sendiri ? jawabannya ada dalam setiap pribadi sendiri, dan ya, setiap orang adalah pemimpin bagi mereka sendiri.

Program-program beasiswa yang dilakukan baik oleh lembaga-lembaga swasta maupun pemerintahan, sangat baik tujuannya yaitu untuk mendongkrak potensi anak dalam pendidikan, terutama anak berprestasi yang kurang mampu dalam segi ekonomi. Program-program seperti ini harus berjalan secara konsisten, ya setidaknya jangan sampai kita kehilangan bibit-bibit penerus bangsa yang sebenarnya produktif, namun malah terkalahkan oleh orang-orang yang berduit. Seperti kita ketahui, biaya pendidikan tiap tahun semakin meningkat, anak yang sebenarnya memiliki prestasi malah mendapat batu sandungan ekonomi yang mengharuskan ia tidak melanjutkan sekolahnya.

Saran saya, sekolah-sekolah dapat mendata ekonomi keluarga-keluarga, dan dapat menyusun tingkatan dari yang tergolong mampu, hingga golongan yang kurang. Selanjutnya diadakan potongan biaya bagi anak yang tergolong dari keluarga yang kurang mampu. Jika masih ada kendala, pihak sekolah dapat mengadakan sosialisasi untuk para keluarga yang mampu untuk melakukan bantuan yang ditujukan kepada anak yang kurang mampu di sekolahnya sendiri, ya semacam subsidi silang bisa jadi. Semoga kita semakin peka terhadap dunia pendidikan di Indonesia, dan memperjuangkan hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan, InsyaAllah.

Kita sebagai mahasiswa baiknya tidak hanya tergantung kepada pemerintah, memnag benar pemerintah adalah wakil rakyat, namun itu tidak boleh menjadi pembatas kita (apalagi sebagai mahasiswa) untuk selalu menelurkan ide-ide tentang pendidikan. Kita dapat membuka pendidikan terbuka khusus anak-anak jalanan, atau apapun yang berhubungan dengan pendidikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s