UN ? Cukup Sekali Saja~

republika.co.id
republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengaku dirinya adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam kekacauan pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Nuh di Kantor Presiden usai melaporkan kesiapan pelaksanaan UN kloter kedua pada Kamis (18/4) di 11 Provinsi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Yang paling bertanggung jawab adalah saya karena itu tugas dari kementerian,” kata Nuh di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (16/4). 

Nuh mengatakan jika dilihat kronologisnya, ada banyak pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan UN tersebut. Misalnya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dibantu kementerian lewat litbang dan dirjennya. Tapi, Nuh enggan melepaskan tanggung jawab tersebut dan menyalahkan kepada pihak lain.

“Karena ini terkait dengan pendidikan dan ujian, maka menteri yang paling bertanggung jawab,” ujar Nuh yang mengaku siap menjelaskan duduk perkara kepada publik terkait hal penundaan UN di 11 provinsi.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/16/mlcg2m-mendikbud-perkara-un-itu-tanggung-jawab-saya

 

Opini Penulis :

“menurut saya, pernyataan yang dikatakan oleh bapak Mendikbud mencerminkan bahwa dia adalah orang yang bertanggung jawab. Namun tunggu dulu, apa bentuk tanggung jawabnya ? Berbagai pihak mulai dari kalangan rakyat, hingga lembaga-lembaga masyarakat tertentu, sudah menyuarakan agar bapak Mendikbud lengser dari jabatannya. Terkait dengan kekacauan yang terjadi pada Ujian Nasional beberapa bulan yang lalu. 

sebagai seorang menteri, dimana dia sudah diamanahkan untuk memimpin suatu bidang tertentu, sudah seharusnya menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, melakukan yang benar jika memang benar, dan menghukum yang salah, apabila memang salah, serta mau mengakui kesalahan yang dibuat dan juga mau menanggung resikonya.

untuk merealisasikan agar mendikbud turun dari jabatannya, diperlukan rekomendasi presiden. Presiden sebagai pemimpin tertinggi di negara ini juga harus mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh para anak buahnya. Begitu juga sebagai menteri, kita harus melakukan yang terbaik, karena sudah diberikan amanah.

semoga pendidikan Indonesia tidak lagi semrawut. Cukuplah kekacauan ini terjadi sekali saja, agar tak merugikan banyak pihak. Bayangkan, hingga 11 provinsi, tertunda dalam pelaksanaan ujian nasional dikarenakan keterlambatan soal ? Untungnya para pihak terkait tidak saling lempar kesalahan, dan mau bagaimanapun, sang menteri harus bertanggung jawab.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s