Ciri-ciri Pasar

1. PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

 

a. Jumlah Penjual : banyak

b. Jenis barang : homogen

c. Contoh industri : penjual sayuran di pasar tradisional.

d. Kemampuan menetapkan harga : Kecil

e. Bentuk kurva permintaan : elastic sempurna

f. Keseimbangan jangka pendek :

– Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi, paling tidak, bila biaya variable (VC) adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabrl rata – rata (AVC) sama dengan harga.

– Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).

g. Keseimbangan jangka panjang :

– Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.

– Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat mengaanti barang modal yang digunakan dalam produksi.

– Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama.

– Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC.

h. Pengaruh Iklan : Tidak ada

i. Interdependensi : Tergantung perusahaan lain

 

2.  PASAR MONOPOLI

 

a. Jumlah Penjual : satu

b. Jenis barang : khusus

c. Contoh industri : PLN, PDAM, PT.KAI

d. Kemampuan menetapkan harga : besar

e. Bentuk kurva permintaan : menurun

f. Keseimbangan jangka pendek : terjamin

g. Keseimbangan jangka panjang : tidak begitu terjamin, namun juga tidak bermasalah besar.

h. Pengaruh Iklan : kecil

i. Interdependensi : bebas

 

 

3.   PASAR OLIGOPOLI

a. Jumlah Penjual : beberapa

b. Jenis barang : homogen atau terdiferensial

c. Contoh industri : perusahaan otomotif, perusahaan penyedia jasa internet

d. Kemampuan menetapkan harga : tergantung perusahaan lain

e. Bentuk kurva permintaan : patah (kinked demand curve)

f. Keseimbangan jangka pendek : tidak menentu

g. Keseimbangan jangka panjang : tidak menentu

h. Pengaruh Iklan : besar

i. Interdependensi : tergantung perusahaan lain

 

 

4.    PASAR MONOPOLISTIK

a. Jumlah Penjual : beberapa

b. Jenis barang : heterogen atau terdiferensial

c. Contoh industri : sabun, shampoo, pasta gigi

d. Kemampuan menetapkan harga : relative kecil

e. Bentuk kurva permintaan : elastis

f. Keseimbangan jangka pendek :

Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR = MC, menunjukkan perusahaan mencapai laba maksimum pada saat MR = MC dititik E.

g. Keseimbangan jangka panjang :

Ada dua sebab pasar persaingan monopolistic tidak dapat lebih efisien dibanding pasar persaingan sempurna

– Harga Jual Masih Lebih Besar Dari Biaya Marjinal (P>MC)

– Kapasitas Berlebih (Excess Capacity)

h. Pengaruh Iklan : besar

i. Interdependensi : tergantung perusahaan lain

 

Sumber :

http://aminhandmade.blogspot.com/2013/11/macam-macam-pasar-dalam-persfektif.html

http://syariah99.blogspot.com/2013/05/bentuk-dan-jenis-pasar.html

http://feldiwithputri.blogspot.com/2011/03/pengertian-dan-macam-macam-pasar-dalam.html

http://romaadja19.blogspot.com/2013/05/macam-macam-pasar.html

http://charlenekwee.blogspot.com/2013/12/pasar-oligopoli.html

http://eki-blogger.blogspot.com/2012/10/pasar-monopolistik.html

http://saputrasamawa.blogspot.com/2013/01/persaingan-monopolistik.html

https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101004043100AAg2wh8

ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10897/STRUKTUR+PASAR.ppt

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s