Penalaran Induktif [TUGAS]

Proses bernalar pada dasarnya dibagi menjadi dua, salah satunya adalah penalaran induktif. Penalaran induktif adalah proses berpikir logis yang diawali dengan observasi data, pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri kesimpulan umum. Kesimpulan ini dapat berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum atas fakta yang bersifat khusus.

Definisi lain penalaran induktif adalah upaya menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus. Ada juga yang menyebutkan bahwa penalaran induktif adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena/gejala individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi) yang berlaku umum.

Penalaran induktif pada dasarnya terdiri dari tiga macam: generalisasi, analogi, dan sebab-akibat. Generalisasi adalah proses berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala (data) yang bersifat khusus, serupa, atau sejenis yang disusun secara logis dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum. Analogi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum. Sebab akibat adalah proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antargejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat-sebab, atau sebab — akibat-akibat.

Contoh tulisan dengan penalaran induktif:

“Seorang polisi lalu lintas mengamati proses peristiwa di tempat kejadian perkara suatu kecelakaan lalu lntas di perempatan Rawamangun Muka, persilangan Rawamangun Muka-Utan kayu dan Cililitan-Tanjung Priuk yang terjadi pada tanggal 10 Juli 2000 pukul 12.30. sebuah sepeda motor dari arah Tanjung Priuk menabrak mobil sehingga pintu mobil di bagian kiri rusak, penyok sedalam 10cm, dan sepeda motor tergeletak di dekat mobil yang ditabraknya. Seorang saksi mata menuturkan bahwa pengendara sepeda motor tersebut terkapar jatuh 1,5 meter di sebelah kiri sepeda motornya. Dalam pengamatannya, melalui proses perhitungan waktu, polisi menyatakan bahwa pada saat mobil melintas dari arah Cililitan ke Rawamangun Muka lampu hijau menyala dan dibenarkan oleh para saksi. Polisi menyatakan bahwa dalam keadaan lampu merah sepeda motor berkecepatan tinggi dari arah Tanjung Priuk menabrak mobil yang sedang berbelok dari arah selatan ke arah Rawamangun Muka. Hasil pengamatan: pengendara sepeda motor terbukti bersalah. Kesimpulan: (1) pengendara sepeda motor harus membiayai perbaikan mobil yang ditabraknya, (2) membayar denda atas pelanggarannya.

Contoh di atas menunjukkan penulisan dengan cara berpikir induktif. Ini dapat terlihat dengan pengumpulan fakta melalui observasi yang menghasilkan waktu kejadian, keadaan mobil dan sepeda motor, keterangan dari saksi mata, dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan perkiraan/estimasi tentang bagaimana dan kapan terjadinya peristiwa. Lalu dilakukan verifikasi atas fakta-fakta yang telah terkumpul sampai ditemukan kesimpulan yang disebut dengan hasil generalisasi/induksi.

 

Referensi:

Hs, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Grasindo.

Rahayu, Minto. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. Grasindo.

Wiyanto, Asul. Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XII. Grasindo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s